LampungPosta.id, Bandarlampung – Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto merupakan instrumen strategis untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.
Pernyataan tersebut disampaikan Jihan saat menjadi narasumber dalam talkshow bertema “SPPG Profesional untuk Indonesia Emas 2045” yang diselenggarakan Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (Gapembi) di Ballroom Hotel Radisson, Bandar Lampung, Selasa (19/5/2026).
Dalam paparannya, Jihan menekankan bahwa investasi terbesar sebuah bangsa bukan terletak pada kekayaan sumber daya alam, melainkan pada kualitas manusianya. Oleh karena itu, anggaran besar yang dialokasikan pemerintah untuk Program MBG harus dikelola secara profesional, transparan, dan bertanggung jawab oleh seluruh mitra, termasuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Kita semua meyakini bahwa langkah awal kemajuan bangsa bermula dari satu titik, yaitu kecukupan gizi anak-anak kita,” ujar Jihan.
Hadapi Tantangan Triple Burden of Malnutrition
Wagub Jihan menjelaskan bahwa Indonesia masih menghadapi tantangan triple burden of malnutrition atau tiga beban masalah gizi, yaitu tingginya angka stunting, meningkatnya obesitas, serta defisiensi zat besi pada anak.
Menurutnya, Program MBG menjadi solusi komprehensif untuk memperluas akses makanan bergizi, terutama di daerah terpencil, sekaligus membangun budaya konsumsi pangan sehat sejak usia dini.
“Tidak ada bangsa yang maju jika anak-anaknya kelaparan atau tidak memiliki akses terhadap makanan bergizi. Program MBG hadir untuk menjawab persoalan tersebut secara komprehensif, mulai dari peningkatan akses gizi di daerah terpencil hingga edukasi pola makan sehat,” katanya.
Ia juga menjelaskan pentingnya penyediaan makanan bergizi di lingkungan sekolah, khususnya melalui kebiasaan sarapan sehat.
Asupan gizi yang cukup, menurut Jihan, membantu penyerapan vitamin D secara optimal melalui paparan sinar matahari, meningkatkan konsentrasi belajar, serta berdampak positif terhadap prestasi akademik dan penurunan angka putus sekolah.
“Kecukupan gizi terbukti meningkatkan fokus siswa dalam menyerap pelajaran, yang berbanding lurus dengan prestasi akademik dan penurunan angka putus sekolah,” ujarnya.
Dorong SPPG Profesional dan Transparan
Dalam kesempatan itu, Jihan berharap Gapembi Lampung dapat menjadi wadah bagi mitra Badan Gizi Nasional (BGN) yang profesional, akuntabel, dan transparan dalam menjalankan Program MBG.
“Gapembi harus menjadi garda terdepan dalam menyukseskan program prioritas nasional ini. Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, pengusaha, dan masyarakat, kita optimistis ekonomi daerah akan menguat seiring lahirnya generasi yang sehat dan cerdas,” jelasnya.
MBG Perkuat Ekonomi Daerah
Selain memberikan manfaat bagi kesehatan masyarakat, Program MBG juga dinilai memiliki dampak ekonomi yang besar melalui keterlibatan UMKM, petani, peternak, dan pelaku usaha pangan lokal sebagai bagian dari rantai pasok program.
Jihan mengatakan, program tersebut berpotensi membuka lapangan pekerjaan baru sekaligus membantu mengurangi beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan bergizi.
“MBG diharapkan menjadi instrumen yang baik bagi UMKM di daerah untuk terlibat dalam pengelolaan program, sekaligus mendorong pemanfaatan bahan pangan lokal dan peningkatan kesejahteraan petani,” ujarnya.
Di Provinsi Lampung, Program MBG diproyeksikan menjangkau sekitar 2,7 juta penerima manfaat sehingga diharapkan mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect) terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
“Momentum ini harus dimanfaatkan untuk membangun ekosistem ekonomi lokal yang tangguh dan mandiri di tengah masyarakat,” tambahnya.
Sebagai bentuk komitmen menjaga kualitas pelaksanaan Program MBG, Pemerintah Provinsi Lampung akan melakukan pengawasan secara berkala melalui audit gizi, pemeriksaan kebersihan, serta sertifikasi standar operasional di setiap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Melalui sinergi antara pemerintah, Badan Gizi Nasional, pelaku usaha, dan masyarakat, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas kesehatan anak-anak Indonesia, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah serta mempercepat terwujudnya visi Indonesia Emas 2045. (Adpim)












