Gubernur Mirza Ajak Komunitas Bikers dan Ojol Jadi Duta Pariwisata, Paparkan Program Infrastruktur hingga Kesehatan Lampung

LampungPosta.id, BandarlampungGubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengajak komunitas motor dan pengemudi ojek online (ojol) menjadi mitra pemerintah dalam membangun citra positif Provinsi Lampung, khususnya di sektor pariwisata, melalui keramahan, keamanan, dan pelayanan yang baik kepada para wisatawan.

Ajakan tersebut disampaikan Gubernur saat menghadiri kegiatan “Jabat Tangan Ride” yang digelar di Bun Kopi, kawasan PKOR Way Halim, Bandarlampung, Minggu (12/4/2026). Kegiatan yang dikemas dalam agenda Sunday Morning Ride (Sunmori) itu diikuti ratusan anggota komunitas motor serta pengemudi ojol dari berbagai daerah di Kota Bandarlampung.

Dalam suasana penuh keakraban, Gubernur yang akrab disapa Iyay Mirza berdialog langsung dengan para peserta mengenai berbagai isu pembangunan, mulai dari perbaikan infrastruktur jalan, pertumbuhan ekonomi, pelayanan kesehatan, hingga pengembangan sektor pariwisata.

Perbaikan Jalan Jadi Prioritas

Menjawab berbagai aspirasi masyarakat terkait kondisi infrastruktur, Gubernur Mirza menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung terus mempercepat pembangunan dan perbaikan jalan provinsi sebagai salah satu prioritas utama.

Dari total sekitar 1.700 kilometer ruas jalan provinsi, sebanyak 300 hingga 380 kilometer menjadi prioritas penanganan karena mengalami kerusakan yang cukup berat. Pemerintah menargetkan seluruh titik jalan rusak atau berlubang dapat ditangani secara bertahap hingga tahun 2029.

“Kita juga harus bersama-sama mengubah persepsi bahwa Lampung itu tidak aman. Pemerintah terus memperbaiki jalan dan meningkatkan keamanan agar wisatawan merasa nyaman datang ke Lampung. Jika persepsi itu berubah, insyaallah semakin banyak orang yang datang ke daerah kita,” ujar Mirza.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur yang baik akan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan mobilitas masyarakat, kelancaran distribusi barang, hingga pertumbuhan sektor pariwisata dan investasi.

Ekonomi Lampung Tumbuh Positif

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Mirza juga memaparkan capaian ekonomi Provinsi Lampung sepanjang tahun 2025 yang menunjukkan tren positif.

Ia menyebut kenaikan harga komoditas pertanian seperti padi, jagung, dan singkong telah mendorong peningkatan daya beli masyarakat. Salah satu indikatornya terlihat dari meningkatnya penjualan kendaraan bermotor, baik mobil maupun sepeda motor, yang naik sekitar 20 hingga 30 persen pada awal tahun.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi tersebut sejalan dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong pembangunan ekonomi dimulai dari desa melalui penguatan sektor pertanian.

“Hasil pertumbuhan ekonomi itulah yang kemudian meningkatkan penerimaan daerah. Pajak yang diperoleh pada tahun 2025 akan kembali digunakan untuk membiayai pembangunan, termasuk perbaikan jalan pada tahun 2026,” jelasnya.

Klarifikasi Isu HIV/AIDS

Selain membahas pembangunan, Gubernur Mirza juga memberikan penjelasan terkait meningkatnya angka kasus HIV/AIDS di Kota Bandarlampung yang sempat menjadi perhatian masyarakat.

Ia menegaskan bahwa kenaikan jumlah kasus bukan berarti terjadi lonjakan penyebaran secara tiba-tiba, melainkan hasil dari upaya pemerintah yang melakukan deteksi aktif (tracking) secara lebih masif.

“Semakin banyak kasus yang berhasil dideteksi, semakin cepat pula kita bisa melakukan tindakan pencegahan dan pengobatan. Data ini kami sampaikan agar masyarakat lebih waspada dan memiliki kesadaran untuk menjaga kesehatan,” tegasnya.

Menurut Gubernur, strategi tersebut serupa dengan metode yang diterapkan pemerintah saat menangani pandemi COVID-19, yakni memperluas pemeriksaan untuk menemukan kasus sedini mungkin.

DPRD Dukung Program Pemerintah

Pada kesempatan yang sama, Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung Puji Sartono menyampaikan dukungan penuh terhadap berbagai program prioritas Pemerintah Provinsi Lampung.

Ia menjelaskan bahwa DPRD bersama pemerintah terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai program strategis.

Salah satunya adalah Program Sekolah Rakyat yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar memperoleh akses pendidikan yang layak.

Selain itu, pembangunan Rumah Sakit di Kabupaten Pesisir Barat juga menjadi perhatian guna memperluas akses pelayanan kesehatan masyarakat, termasuk penyediaan layanan hemodialisis (cuci darah).

“Tahun ini kita juga fokus pada peningkatan keterampilan masyarakat. Petani akan diberikan pelatihan menjadi mekanik alat pertanian, sementara lulusan SMA dan SMK dibekali pendidikan vokasi agar memiliki kompetensi profesional serta daya saing tinggi di dunia kerja, termasuk sebagai pekerja migran,” ujar Puji.

Komunitas Jadi Duta Pariwisata Lampung

Menutup dialog bersama komunitas bikers dan ojol, Gubernur Mirza mengajak seluruh peserta menjadi wajah terdepan dalam mempromosikan Provinsi Lampung kepada wisatawan.

Menurutnya, selain memiliki keindahan alam, kuliner, dan destinasi wisata yang menarik, Lampung juga harus dikenal sebagai daerah yang aman, nyaman, dan masyarakatnya ramah terhadap para tamu.

Ia menyebut jumlah kunjungan wisatawan ke Lampung pada tahun 2025 mencapai sekitar 25 juta orang, sehingga seluruh masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga citra positif daerah.

“Kepada para wisatawan, jangan hanya ceritakan pantainya yang indah atau makanannya yang enak. Ceritakan juga bahwa masyarakat Lampung itu ramah, baik, dan daerahnya aman untuk dikunjungi,” pungkas Gubernur.

Melalui kegiatan “Jabat Tangan Ride”, Pemerintah Provinsi Lampung berharap terjalin komunikasi yang semakin erat antara pemerintah dan komunitas masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat pembangunan daerah, meningkatkan sektor pariwisata, sekaligus menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik bagi seluruh masyarakat Lampung. ( Adpim )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *