lampungposta.id, Bandar Lampung – Perekonomian Provinsi Lampung menunjukkan kinerja yang solid sepanjang tahun 2025 dengan mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,28 persen, melampaui capaian tahun sebelumnya sekaligus berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi regional Sumatera.
Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung, Ahmadriswan Nasution, dalam rilis resmi BPS Provinsi Lampung yang disampaikan pada Kamis (5/2/2026).
Menurut Ahmadriswan, pertumbuhan ekonomi tersebut tercermin dari meningkatnya Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Lampung yang mencapai Rp525,85 triliun, sehingga menempatkan Lampung sebagai salah satu daerah dengan kontribusi ekonomi penting di Pulau Sumatera.
“Pertumbuhan ekonomi Lampung tahun 2025 mencapai 5,28 persen dan berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi Sumatera. Capaian ini menunjukkan aktivitas ekonomi daerah yang terus berkembang dan semakin kuat,” ujarnya.
Pertumbuhan ekonomi tersebut ditopang oleh sejumlah sektor utama, terutama konsumsi rumah tangga, ekspor, sektor pertanian, industri pengolahan, serta perdagangan yang masih menjadi penggerak utama perekonomian daerah.
Selain itu, PDRB per kapita Lampung meningkat hingga sekitar Rp55 juta, yang menunjukkan adanya peningkatan aktivitas ekonomi sekaligus perbaikan tingkat kesejahteraan masyarakat.
Sebagai daerah agraris, sektor pertanian masih menjadi tulang punggung ekonomi Lampung. Produksi berbagai komoditas unggulan seperti padi, jagung, singkong, kopi, tebu, dan hasil perkebunan lainnya terus memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Di sisi lain, sektor industri pengolahan juga menunjukkan perkembangan positif melalui peningkatan nilai tambah produk pertanian dan perkebunan. Kondisi tersebut turut memperkuat daya saing produk Lampung di pasar domestik maupun internasional.
Kinerja ekspor yang terus tumbuh juga menjadi faktor penting dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi daerah. Berbagai komoditas unggulan seperti kopi, nanas olahan, hasil perikanan, serta produk perkebunan lainnya masih menjadi andalan ekspor Lampung.
Aktivitas perdagangan dan jasa pun terus meningkat seiring membaiknya daya beli masyarakat. Hal ini terlihat dari meningkatnya perputaran ekonomi di berbagai pusat perdagangan dan tumbuhnya sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi penopang ekonomi kerakyatan.
Menurut Ahmadriswan, capaian tersebut menunjukkan bahwa struktur ekonomi Lampung semakin kuat dan mampu bertahan di tengah berbagai tantangan ekonomi global maupun nasional.
“Pertumbuhan ekonomi yang berkualitas tidak hanya ditandai dengan meningkatnya angka pertumbuhan, tetapi juga harus mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mendorong pemerataan pembangunan,” katannya
Capaian tersebut menjadi indikator bahwa perekonomian Lampung semakin resilien dan mampu bertahan di tengah berbagai tantangan ekonomi global maupun nasional.
Ke depan, Pemerintah Provinsi Lampung diharapkan terus memperkuat iklim investasi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperluas akses pasar bagi pelaku usaha, serta mempercepat pembangunan infrastruktur strategis guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Dengan fondasi ekonomi yang semakin kokoh, Provinsi Lampung optimistis dapat terus meningkatkan pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja baru, mengurangi angka kemiskinan, serta mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat (*)












