Antisipasi Lonjakan Harga, Pemprov Lampung Perkuat Pengawasan Distribusi Pangan

LampungPosta.id, Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat pengawasan distribusi bahan pangan strategis menjelang bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah guna memastikan ketersediaan pasokan, keamanan pangan, serta stabilitas harga bagi masyarakat.

Langkah tersebut dilakukan melalui sinergi dengan pemerintah pusat dan berbagai instansi terkait dengan menyasar seluruh rantai distribusi pangan, mulai dari produsen, distributor, pedagang besar, hingga pedagang di pasar tradisional dan ritel modern.

Pengawasan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan daerah sekaligus mengantisipasi potensi lonjakan harga yang kerap terjadi menjelang hari-hari besar keagamaan.

Kegiatan pengawasan berlangsung selama tiga hari, mulai 20 hingga 22 Februari 2026. Tim gabungan melakukan pemantauan langsung ke sejumlah sentra produksi, gudang distribusi, pasar tradisional, serta pusat perbelanjaan modern di berbagai wilayah Provinsi Lampung.

Selain memantau ketersediaan stok, tim juga melakukan pengecekan terhadap kualitas produk pangan yang beredar di pasaran untuk memastikan keamanan konsumsi masyarakat. Pengawasan turut difokuskan pada komoditas strategis seperti beras, gula pasir, minyak goreng, daging, telur, bawang merah, bawang putih, serta cabai.

Hasil pemantauan menunjukkan sebagian besar komoditas strategis berada dalam kondisi aman dengan pasokan yang mencukupi kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri.

Meski demikian, pemerintah mencatat adanya kenaikan harga pada komoditas cabai rawit yang dipengaruhi oleh berkurangnya pasokan dari tingkat produsen akibat faktor cuaca dan menurunnya hasil panen di beberapa daerah sentra produksi.

Untuk mengantisipasi gejolak harga yang lebih tinggi, pemerintah terus melakukan koordinasi dengan pelaku usaha, distributor, dan daerah penghasil guna menjaga kelancaran distribusi serta memastikan pasokan tetap tersedia di pasar.

Pemerintah Provinsi Lampung juga menegaskan komitmennya untuk mencegah praktik penimbunan dan spekulasi harga yang dapat merugikan masyarakat, terutama menjelang Ramadan dan Idulfitri.

Melalui pengawasan yang dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan, pemerintah berharap stabilitas harga pangan dapat tetap terjaga sehingga daya beli masyarakat tidak terganggu. Langkah ini sekaligus menjadi bentuk perlindungan terhadap konsumen agar memperoleh bahan pangan yang aman, berkualitas, dan terjangkau.

“Stabilitas pasokan dan harga pangan merupakan faktor penting dalam menjaga kenyamanan masyarakat selama menjalankan ibadah Ramadan. Karena itu, pengawasan akan terus diperkuat melalui koordinasi lintas sektor,” demikian komitmen yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, Pemerintah Provinsi Lampung optimistis kebutuhan pangan masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah dapat terpenuhi dengan baik, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan tenang. (Diskominfotik Provinsi Lampung)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *