Gubernur Mirza Dorong Hilirisasi Komoditas untuk Percepat Pertumbuhan Ekonomi Lampung

LampungPosta.id, Bandar Lampung – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendorong percepatan hilirisasi komoditas unggulan daerah sebagai salah satu strategi meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Lampung.

Hal itu disampaikan Gubernur saat menghadiri pembukaan Lampung Begawi x Siger Fest 2026 yang diinisiasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung di Lampung City Mall, Jumat (18/9/2026).

Gubernur mengatakan Lampung memiliki potensi besar sebagai salah satu lumbung pangan strategis Indonesia. Sejumlah komoditas unggulan Lampung antara lain padi, jagung, tapioka, kopi, lada dan gula.

Namun, menurutnya, potensi tersebut perlu diikuti dengan peningkatan nilai tambah melalui hilirisasi agar manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat, khususnya petani.

“Ke depan untuk mencapai 8 persen tidak bisa hanya dengan regulasi. Harus ada kolaborasi, kreativitas, inovasi, dan yang paling penting sesuai RPJMN kita harus melakukan hilirisasi. Kami melihat baru 30 persen komoditas kami yang dihilirisasi di Lampung,” ujar Mirza.

Ia menjelaskan, hilirisasi akan diarahkan melalui dua pendekatan, yakni pengembangan industri berbasis sentra perdesaan seperti pakan ternak serta pengolahan pascapanen kopi dan kakao, serta hilirisasi lanjutan melalui kawasan industri manufaktur.

Sementara itu, Deputi Gubernur Bank Indonesia Thomas A.M. Djiwandono menyampaikan bahwa ekonomi Lampung tumbuh 5,29 persen pada triwulan II 2026, dan menjadi pertumbuhan tertinggi kedua di Pulau Sumatera.

Thomas menekankan pentingnya hilirisasi dan investasi agar pertumbuhan ekonomi menghasilkan nilai tambah yang lebih luas bagi masyarakat.

“Tantangannya bukan hanya bagaimana ekonomi tumbuh, tetapi bagaimana pertumbuhan tersebut menghasilkan nilai tambah yang semakin luas bagi masyarakat. Karena itu, hilirisasi dan investasi menjadi luar biasa pentingnya,” kata Thomas.

Bank Indonesia juga terus mendorong penguatan UMKM melalui kemitraan usaha, peningkatan kapasitas dan mutu produk, serta perluasan akses pembiayaan. Komoditas unggulan Lampung seperti olahan pisang, kopi dan wastra didorong agar mampu masuk ke rantai pasok global dan pasar ekspor.

Dari sisi digitalisasi, hingga Juli 2026 tercatat 1,6 juta pengguna QRIS di Lampung, dengan jumlah merchant mencapai sekitar 916 ribu.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Lampung Bimo Epyanto mengatakan Lampung Begawi 2026 tidak hanya menjadi ajang pameran produk UMKM, tetapi juga diarahkan untuk membuka ruang investasi dan mencari sumber pertumbuhan ekonomi baru.

“Kami ingin memberikan nilai tambah bagi produk unggulan Provinsi Lampung,” ujar Bimo.

Pemprov Lampung bersama Bank Indonesia berkomitmen memperkuat kolaborasi, investasi, inovasi dan hilirisasi guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Pemerintah Provinsi Lampung)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *