LampungPosta.id, Bandar Lampung – Bakal calon Rektor Universitas Lampung (Unila), Prof. Dr. Rudy, S.H., LL.M., LL.D., memaparkan program RISE Unila sebagai strategi untuk meningkatkan daya saing perguruan tinggi, kesejahteraan sivitas akademika, serta memperkuat riset dan internasionalisasi kampus. Program tersebut disampaikan dalam kegiatan sosialisasi bakal calon rektor di Aula Student Center Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unila, Jumat (23/10/2026).
Kegiatan itu dihadiri Ketua dan anggota Senat Unila, Dekan FEB, para profesor senior, panitia pemilihan rektor, dosen, tenaga kependidikan (tendik), serta mahasiswa.
Dalam pemaparannya, Rudy menyampaikan bahwa program RISE Unila dirancang sebagai upaya melanjutkan berbagai capaian kepemimpinan sebelumnya sekaligus mendorong Unila agar semakin kompetitif di tingkat nasional maupun internasional, seiring perjalanan universitas yang telah memasuki usia 61 tahun.
Rudy menegaskan bahwa berbagai program yang dipaparkannya merupakan target yang ingin diwujudkan apabila terpilih sebagai Rektor Unila untuk periode 2027–2031.
Optimalisasi Aset untuk Mendukung Keberlanjutan Pendanaan
Salah satu fokus program RISE yang dipaparkan Rudy adalah optimalisasi aset milik universitas, termasuk pemanfaatan lahan kampus seluas kurang lebih 150 hektare untuk kegiatan produktif, terutama di bidang pertanian.
“Kita harus menemukan cara untuk memanfaatkan berbagai aset yang kita miliki, terutama lahan seluas 150 hektare di kampus,” ujar Rudy.
Menurutnya, pemanfaatan aset secara produktif perlu dikaji dan direncanakan dengan baik agar dapat memberikan nilai tambah bagi universitas serta mendukung keberlanjutan pendanaan pendidikan.
Terkait kebijakan pemerintah mengenai pendidikan gratis, Rudy menilai diperlukan kajian yang cermat agar pelaksanaannya tetap memperhatikan keberlanjutan pembiayaan perguruan tinggi dan kualitas pendidikan.
Targetkan Remunerasi Dosen dan Tendik Naik Dua Kali Lipat
Dalam aspek kesejahteraan sumber daya manusia, Rudy menargetkan peningkatan remunerasi dosen dan tenaga kependidikan hingga dua kali lipat dari besaran saat ini apabila dirinya terpilih sebagai rektor.
Selain itu, ia berencana membentuk tim pendukung di tingkat fakultas untuk membantu mempercepat proses administrasi, termasuk pengurusan kenaikan pangkat dosen dan tenaga kependidikan.

Melalui rencana tersebut, Rudy berharap pelayanan administrasi di lingkungan kampus dapat berjalan lebih efektif sehingga dosen dan tenaga kependidikan bisa lebih fokus menjalankan tugas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Siapkan Target Hibah Riset Minimal Rp200 Juta per Tahun
Pada bidang penelitian, Rudy memaparkan target penyediaan hibah riset minimal Rp200 juta per tahun bagi setiap kelompok kepakaran yang dipimpin profesor. Ia juga menargetkan peningkatan nilai hibah secara berkala serta mendorong skema pendanaan yang tidak semata-mata bergantung pada kompetisi antarkelompok peneliti.
Rencana tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas penelitian dosen, meningkatkan kualitas publikasi ilmiah, serta memperluas kolaborasi dengan peneliti dari luar negeri.
Rudy menilai dukungan pendanaan yang memadai dan berkelanjutan menjadi salah satu faktor penting untuk mendorong riset yang berkualitas, menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat, serta memperkuat posisi Unila dalam jejaring akademik internasional.
Janjikan Kepemimpinan Terbuka dan Transparan
Dalam hal tata kelola universitas, Rudy menyampaikan komitmennya untuk membangun pola kepemimpinan yang terbuka dan memberikan ruang komunikasi bagi seluruh sivitas akademika.
“Saya akan terbuka. Semua orang bebas datang ke kantor saya,” ujarnya.
Ia berharap keterbukaan tersebut dapat mendorong komunikasi yang lebih baik antara pimpinan universitas, fakultas, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi maupun mencari solusi atas berbagai persoalan kampus.
Menutup pemaparannya, Rudy memohon doa dan dukungan dari seluruh sivitas akademika Unila dalam proses pemilihan rektor periode 2027–2031.
Melalui program RISE Unila, Rudy menargetkan penguatan kesejahteraan dosen dan tenaga kependidikan, peningkatan pendanaan riset, optimalisasi aset kampus, serta tata kelola yang lebih terbuka sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing Unila di tingkat nasional dan internasional. (*)












